Wabah Covid-19 pelaku migran: Taiwan sama dengan ajang Singapura beruang atas April 2020

Taiwan tampaknya ketika ini beruang dalam ajang Singapura makin berawal setahun yg lewat, terpenting berkat promosi Covid-19 belum lama dalam pentas pelaku migran. Peningkatan ini sama dengan seksi berawal lonjakan yg mengherankan sekotah individu, berkat Taiwan hampir-hampir enggak menampakkan masalah terkini semasa berbilang rembulan.

Peneliti semesta Dr Bonny Ling, menyalin akan akbar siaran online Mekar Baru, mencuplik jumal klaster kontaminasi yg membidas sebelah gede pelaku migran dalam bengkel elektronik Kabupaten Miaoli. Lima puluh sembilan anak Filipina serta delapan anak setempat terkonfirmasi eksplisit Covid.

Pada 5 Juni, Pusat Komando Epidemi Pusat Taiwan (CECC) mengkonfirmasi bahwa Miaoli menentang ikatan kontaminasi regional yg menahun, serta pergerakan pelaku migran ditempatkan dalam lunas pemisahan sepan.

Pada yaum berikutnya, 182 individu berawal bengkel elektronik dipastikan memegang Covid, serta 24 masalah masih ditemukan dalam ganda bengkel beda dalam Miaoli.

Pada 8 Juni, 16 masalah subsidi dilaporkan terpaut tambah klaster pelaku bengkel migran Miaoli.

Sementara itu, ujian Covid digenjot.

Pada ketika butir dalam New Bloom diterbitkan atas 10 Juni, nongol “960 pelaku migran dalam sarana karantina, 1.027 dikarantina dalam bedeng, serta 1.100 lainnya berdiam dalam lingkungan bedeng gede yg diuji kunjung serta mengharap produk”.

Dr Ling menyertakan bahwa “terang bahwa Taiwan beruang dalam prelude yg menyimpangkan prelude berawal segalanya yg dilihat Singapura atas April 2020, masa lonjakan kontaminasi Covid-19 dalam sela-sela komunitas pelaku migrannya merealisasikan penguasa menitahkan penguncian sekotah bedeng migran”.

Dia lorot meriap segalanya yg angsal dipelajari Taiwan berawal kepandaian Singapura lubuk pinggan mengelola pandemi, namun melakukannya tambah corong yg “enggak menstigmatisasi komunitas pelaku migran dalam Taiwan”.

Pelajaran mula-mula, catat Dr Ling, sama dengan bahwa enggak dapat nongol segregasi “lubuk pinggan menikmati sahih bagi kebugaran sela-sela migran serta penunggu regional; setiap perlakuan bersalah wajib tumplak tes keinginan”.

Dr Ling naga-naganya mencadangkan bahwa Taiwan wajib menyingkir “darurat” siasat“Singapura dihadapi masa menaruh makin berawal 20.000 pelaku migran dalam ganda bedeng dalam lunas karantina.

Dia menampakkan bahwa Taiwan pernah memutuskan akan membaui relasi akan anak grama Taiwan yg tertimpa hasil serta enggak akan pelaku migran, yg pergerakannya paling terpaku.

Dr Ling menanya, “Mengapa CECC memotong akan enggak membeo pencarian relasi akan pelaku migran dalam bengkel elektronik Miaoli namun memutuskan akan membaui relasi akan anak grama Taiwan yg tertimpa hasil? Apakah pangkat kontaminasi dalam sela-sela pelaku migran dalam bedeng sebagai jangap kasar akan menilik hambatan inklusif seolah-olah itu niscaya?”

Dia pun mencadangkan bahwa sekiranya masalahnya terwalak atas pencarian relasi sebagai berlebihan runyam mengenang berjenis-jenis sopan santun pelaku migran, tampaknya nongol “jalan subsidi…akan menguatkan ukuran percobaan serta pencarian lubuk pinggan sopan santun migran eminen akan bidang manufaktur dalam Taiwan, terpenting Vietnam serta Filipina, namun pun Bahasa Thailand serta Bahasa Indonesia”.

Pelajaran beda berawal kepandaian Singapura yg wajib diambil Taiwan sama dengan “buru-buru mengedit” perihal dalam bedeng pelaku migran, tercatat lubuk pinggan situasi kebersihan serta kebersihan, dan besaran individu yg diizinkan tiap-tiap sarana.

Dr Ling pun menampakkan bahwa dalam Singapura, siasat beda sama dengan bahwa “karantina distribusi pelaku migran paling berjarak”. Dia memperlihatkan seharusnya langkah-langkah ditinjau sebagai periodik serta seharusnya penerangan eksak disampaikan lubuk pinggan sopan santun karet migran singular, serta “sebagai searah, penerangan yg cela serta cema pelaku migran wajib dilawan sebagai berfungsi”.

/ TISG

Baca pun: Taiwan Cari 300 Orang Hilang Positif Covid-19 yg Memberikan Informasi Kontak Palsu ataupun Tidak Terbaca

Taiwan menggali 300 individu rusak eksplisit Covid-19 yg menyodorkan penerangan relasi kuasi ataupun enggak terbaca

Ikuti aku dalam Media Sosial

Kirimkan siaran Anda ke [email protected]