Tidak bangkit roma putaran Parlemen bakal 60 uang rokok medan, vokal bala tentara dihancurkan: Rahul

Protes itu berlaku sehari sesudah penegasan RUU pada Rajya Sabha pada sentral kecaman penghujatan kepada karet ketua degil

New Delhi: Pemimpin berbilang kelompok degil ala yaum Kamis berleret menentang penguasa ala berbilang perkara, terkira Pegasus, qanun agraria selanjutnya taksiran penghujatan warga kongres mereka pada Rajya Sabha, pada ketua Kongres Rahul Gandhi menceritakan vokal bala tentara dihancurkan pada Parlemen selanjutnya kerakyatan yaitu ” dibunuh”.

Pemimpin pucuk berawal berbilang kelompok degil bersobok pada lajur Pemimpin Oposisi pada Rajya Sabha Mallikarjun Kharge selanjutnya sebentar menjajah selaku penolakan berawal Gedung Parlemen ke Vijay Chowk.

Mereka yg menyertai sidang pertembungan itu terkira Gandhi, Sharad Pawar, Kharge, Sanjay Raut, Tiruchi Siva, Manoj Jha selanjutnya karet ketua degil lainnya.

Mereka bersobok pada pengarah Rajya Sabha M Venkaiah Naidu selanjutnya mengeluhkan kecaman membenci warga kongres terkira berbilang perempuan.

Beberapa bendahara perkongsian praktisi serta bersobok pada Naidu selanjutnya mengeluhkan taksiran sepak terjang buruk kelakuan berbilang warga degil pada DPR ala yaum Rabu.

Protes itu berlaku sehari sesudah penegasan RUU pada Rajya Sabha pada sentral kecaman penghujatan kepada karet ketua degil terkira berbilang warga kongres hawa.

Para warga kongres yg menentang mengambin poster selanjutnya tajuk rawal mengkritik penguasa yg bertuliskan ‘Hentikan genosida kerakyatan’ selanjutnya ‘patik menuntut pembatalan qanun kontra orang tani’.

“Sidang DPR telah lengkap. Terus ketahuan yg melibat 60 uang rokok medan, belum bangkit roma kolokium kongres berkat vokal 60 uang rokok medan ini telah diremukkan, dipermalukan selanjutnya kemarin sore pada Rajya Sabha (Anggota DPR telah ) dipukuli selaku tubuh,” tunjuk hidung Gandhi.

Dia menceritakan degil tiada diizinkan bakal bercakap-cakap pada batin Parlemen selanjutnya “ini tiada beda yaitu genosida kerakyatan”.

Mantan pengarah Kongres menceritakan bagian degil menjunjung tema Pegasus, perkara orang tani selanjutnya pertumbuhan nilai namun tiada diizinkan bakal bercakap-cakap pada batin Parlemen.

“Ini tiada beda yaitu genosida kerakyatan pada medan ini,” tuduhnya.

Gandhi serta menyegarkan senjatanya ala pertama bendahara, menuduhnya “memasarkan medan akan produser komprehensif”.

“Untuk perdana kalinya pada Rajya Sabha warga kongres dipukuli, sesudah mengambin individu berawal pendatang,” doski menuding selanjutnya memberi bahwa “Adalah mengalami jawaban Ketua selanjutnya Ketua bakal melaksanakan DPR”.

“Siapa yg menyarak degil pada DPR. Saya mau memberitahu Anda, pertama bendahara India melangsungkan tugas memasarkan medan ini. Dia memasarkan roh India akan dua-tiga industrialis selanjutnya itulah sebabnya degil tiada diizinkan bakal bercakap-cakap. pada batin Parlemen,” tunjuk hidung Gandhi.

Senada pada Gandhi, ketua Shiv Sena Sanjay Raut menuding bahwa tiada bangkit roma putaran Parlemen yg diadakan berkat bagian degil tiada diizinkan bakal menjunjung isu-isu yg luar biasa porsi rakyat.

“Cara orang-orang dibawa selanjutnya dikerahkan selaku marshal pada Rajya Sabha. Saya merasa sebagai norma marshal diberlakukan selanjutnya kawula merasa sebagai masih terbit pada tepian Pakistan masa kawula dilarang terbenam ke batin,” peri Raut.

Tiruchi Siva menceritakan belum sudah bangkit roma individu yg menyaksikan sepak terjang sebagai itu pada Parlemen selagi makin berawal rangkap dasawarsa.

Praful Patel menceritakan pemimpinnya Sharad Pawar suah membuktikan bahwa doski belum sudah melirik kejadian mengaibkan sebagai itu pada Parlemen batin karir politiknya yg tinggi.

Menteri Urusan Parlemen Pralhad Joshi suah disebut selaku “segenap hati terbalik” kecaman degil bahwa marsekal menyengsarakan warga kongres mereka selanjutnya menceritakan seseorang angsal menerjuni gejala berawal rekaman CCTV.

Sesi Monsun yg peres gelegak pada Parlemen ala yaum Rabu dibatasi sama rangkap yaum kian masa Ketua Rajya Sabha yg pilu M Venkaiah Naidu macet berkat kegiatan komprehensif pada DPR yg mengumpamakan aktivitas berbilang warga kongres degil pada “penistaan ​​pada kuil kerakyatan” selanjutnya Lok Sabha Pembicara Om Birla menceritakan doski “banyak ketaton” sama provokasi persisten.

belakang berawal