Politik prima, perniagaan kedua: pandangan Pembaruan Ekonomi Myanmar 2021

“Politics first, economy second” sama dengan animo yg memulai lalu memasang inti yaum ujung Myanmar Update 2021 dalam The Australian National University (ANU).

Dengan perniagaan yg zaman ini melompat lolos resultan COVID-19 lalu 1 FebruariNS Kudeta Militer, pembaruan perniagaan kagak optimis. Bukannya menjelang progres perniagaan 7% yg diprediksi sama OECD, perniagaan Myanmar malah berkurang 10%. COVID-19 sudah menggerecoki seantero kosmos, lamun pengambilalihan kekuasaan lalu ketidakstabilan ketatanegaraan yg dihasilkan sudah mudarat pertambahan perniagaan Myanmar.

Untuk konteksnya, ramalan OECD bakal Myanmar meneladani progres perniagaan yg ekspres sewaktu sepuluh tahun ujung demi resultan sejak permutasi ketatanegaraan. Ini sama dengan khilaf mono- palsu yg menegakkan emosi ketatanegaraan prima, perniagaan kedua dalam Myanmar.

Update perniagaan disampaikan sama Vicky Bowman sejak Myanmar Center for Responsible Business lalu Dr Htwe Htwe Thein sejak Curtin University. Meski rukun akan pentingnya penyembuhan perniagaan ke pendahuluan, tiap-tiap mengirimkan testimoni yg bersalah. Secara terpilih, kedapatan selisih tempo berbalah karakter nasion universal.

Bowman merekomendasikan ekspansi kebijaksanaan perniagaan, pelulusan tarif bakal usaha dagang beralaskan kekayaan lalu sumur keahlian, kemahiran lalu cadangan pembibitan bakal memuat ganggang dalam rekan lalu metode perencanaan yg kian jempolan yg berpusat ala kelaikan sebangun lalu pengamanan. Bowman mencetuskan suara dalam peluang pendahuluan perniagaan Myanmar lalu menggarisbawahi pentingnya menanggulangi lalu membela perombakan perniagaan yg dilakukan mulai 2012.

Dr Thein melibatkan pembaruannya seraya ekses pengambilalihan kekuasaan lalu aktivitas pembangkangan biasa (CDM) atas perniagaan, lalu menggalas perbincangan itu ke reaksi universal atas suasana urgen zaman ini dalam Myanmar. Rekomendasi tertulis penalti yg ditargetkan lalu boikot maskapai nasib baik serdadu. Situasi ketatanegaraan zaman ini dalam Myanmar mencetuskan semakin kagak kelihatannya bakal mempertemukan usaha dagang minus mempersembahkan sidik penting turunan Adam, lalu usaha dagang dihadapkan ala titik kata bakal menjenggut badan sejak kawasan tertera.

Refleksi Pembaruan Myanmar 2021 dalam masa-masa dilematis

…seraya COVID-19, lalu pengambilalihan kekuasaan, mengantisipasi haluan peluang pendahuluan Myanmar selaiknya diserahkan menjelang karet ahli nujum.


Thein menutup seraya pekik universal bakal berbicara yg mendorong Barat bakal menceraikan jaringan seraya serdadu lalu memimpin usaha dagang pantas seraya Prinsip-Prinsip Panduan PBB akan Bisnis lalu Hak Asasi Manusia. Thein merekomendasikan seyogiannya maskapai sejak negara-negara ASEAN membela usaha dagang seolah-olah simpel bakal mempertemukan pengadaan pelayanan kemanusiaan lalu urgen. Dalam era yg dipertanyakan, testimoni ransum usaha dagang bakal mantap berpunya dalam Myanmar lamun kagak mengupah tarif bakal menyingkir investasi pembelian senjata lalu mencetuskan serdadu kelangkaan duit, ditegaskan pula.

Kelayakan usaha dagang universal yg kagak mengupah tarif dalam Myanmar sama dengan noktah dialog sewaktu era perbincangan. Bowman menyinari bahwa usaha dagang selaku tiorem patut mengupah tarif. Jika usaha dagang universal yg menyisihkan sumur keahlian komunitas seolah-olah ketajaman ditarik, karakter vital ketajaman paham pemberdayaan sidik penting turunan Adam lalu pengadaan pelayanan kebugaran bakal terhalang, begini pun pengadaan perlindungan COVID-19, yg zaman ini berpunya paham hal terburuknya.

Bowman, merasa kagak fit seraya aktivitas yg menunda penangkisan tarif yg dibentuk sama CDM, padahal menunda sumur keahlian yg cukup sejak seksi tarif lalu meluaskan amanat tarif bakal mengisbatkan pengadaan jasad lalu kebaikan komunitas. Sentimen ini hebat urgen seraya COVID-19 zaman ini paham hal terburuk, seraya kelangkaan berat paham sumur keahlian seolah-olah O. Bowman apalagi mengusulkan bakal meminimalkan hubungan seraya penguasa lalu meluaskan kejelasan. Transparansi bakal menguatkan maskapai lalu demi hasilnya perekonomian.

Sepanjang pembaruan, pentingnya menggariskan penalti yg dikenakan sama populasi universal pun ditekankan. Sanksi sebelumnya, seolah-olah penalti perbelanjaan Uni Eropa yg dicabut ala 2011 selepas pendemokrasian, kagak menyimpan ekses yg diharapkan ala pemerintahan serdadu, menghambat pengolahan perniagaan Myanmar seraya mempersembahkan karakter sebangun nasion. Oleh gara-gara itu, hebat urgen bahwa penalti dalam peluang pendahuluan ditujukan bakal hajat perniagaan serdadu.

Selama pembaruan, Bowman merepresentasikan bahwa “yg terkuat” [CDM] pameran menyanggah 1 FebruariNS pengambilalihan kekuasaan sama dengan tempo pribadi menyimpan duit dalam poket mereka … menggalas pribadi ke noktah kotong sengaja bukanlah aturan bakal menjelang kerakyatan”. Jadi kelihatannya, perniagaan sungguh-sungguh membutuhkan pengutamaan. Namun, ini ala dasarnya kagak kelihatannya mengenali posisi ketatanegaraan zaman ini lalu warta belum lama bahwa Min Aung Hlaing bakal menyedut karakter demi Perdana Menteri, lalu pemisahan ijmal kagak bakal berlanjur sewaktu dobel warsa pula. Maka, peperangan Myanmar bakal kerakyatan segera berbuntut. Semoga pengolahan perniagaan bakal meneladani.

Pembaruan Ekonomi didedikasikan bakal Profesor Sean Turnell yg menerimakan Pembaruan Ekonomi 2019 lalu zaman ini ditahan dalam pengurungan sekehendak hati dalam Myanmar. Profesor Turnell ditahan dalam Myanmar ala 6 Februari, lima yaum selepas proklamasi suasana urgen ala 1 Februari, tempo anak buah atasan Liga Nasional bakal Demokrasi, tertulis Daw Aung San Suu Kyi, pun ditahan. Pusat Penelitian Myanmar menunda sekalian pribadi bakal mengesahkan permintaan yg melaungkan pelulusan Profesor Sean Turnell. Untuk membaca register ensiklopedis penandatangan lalu bakal mengesahkan ayo kunjungi paduan beserta.