Parasit Penyebab Penyakit Menumpang Pada Keong Terompet

AsianScientist (26 Agustus 2021) – Alih-alih menamai Uber terbatas, awak intelektual antarbangsa sudah menjumpai bahwa cacing gilig gepeng pasilan ikut keong terompet. Temuan mereka, diterbitkan dekat Zoosistematika beserta Evolusi, menerangkan bahwa cacing gilig gepeng gara-gara kelainan memanfaatkan para ordo keong terompet dekat Asia Tenggara selaku pengasuh penyambung mula-mula mereka.

Siput yg sebagai kepedulian terbabit paham kaum Stenomelania beserta pandai ditemukan dekat menjelang beserta dekat larutan asin mulai India tumpu gugusan pulau Pasifik Barat. Sayangnya, bagai namanya, sekalian keong terompet mempunyai kulit telur bertambah beserta luncung—membuatnya mulai Stenomelania kaum teruk dibedakan mulai kerabatnya.

Yang meresahkan, ilmu pengetahuan tak mafhum ramai serta atas keong ini. Apa yg kita ketahui, yaitu bahwa jangkitan mulai pasilan yg menyogok atas keong ini mencorakkan problem kesegaran nasion yg sempurna dekat Asia Tenggara. Manusia beserta sato sama-sama pandai terkena pada makan lauk belantah ataupun lauk yg tak dimasak pada betul yg sudah menghirup keong yg terkena.

“Infeksi trematoda tak sekadar berjuntai atas kegaliban wong, walakin jua atas presensi ordo pengasuh penyambung mula-mula beserta kedua, yg mendatangkan pemencaran pasilan endemik, bagai cacing gilig perut muda beserta lever dekat Thailand,” sahih paruh sastrawan paham penyelidikan mereka.

Untuk menghimpunkan penjelasan makin berumur atas cacing gilig pasilan, awak penyelidik mulai Thailand beserta Jerman yg dipimpin sama Profesor Kitja Apiraksena mulai Universitas Silpakorn menghimpunkan beserta mengajuk seluruhnya 1.551 Stenomelania Siput. Empat ordo keong dikumpulkan mulai wai beserta wai dekat menjelang jalur tepi laut daksina Thailand. Dari kerang yg dikumpulkan, sepuluh dekat antaranya terkena trematoda.

Parasit itu ditemukan dekat tujuh posisi yg diteliti beserta terbabit paham tiga ordo kontradiktif—segenap diketahui ditemukan dekat Provinsi Krabi. Para penyelidik menaksir kerelaan mereka pandai dikaitkan pada peredaran deraian bahar, lantaran pancaran larutan dekat sejauh tepi laut Andaman dipengaruhi sama hari hujan buatan.

Mengingat temuan mereka, sastrawan mendongsok penyelidikan makin berumur atas variabilitas hayati beserta biologi keong ini buat menyedikitkan liabilitas akan kelainan pasilan budi pekerti rezeki tercantum.

“Temuan ini memperlihatkan bahwa kelainan pasilan yg dihasilkan separuh gemuk tinggal diabaikan paham penyembuhan tropis, sehingga penyelidikan makin berumur layak dilakukan atas kegaliban beraneka macam kelainan trematoda dekat posisi pada kelahiran keong dekat Thailand,” mereka mengikatkan.

Artikel pandai ditemukan dekat: Apiraksena et al. (2020) Survei Stenomelania Fisher, 1885 (Cerithioidea, Thiaridae): Potensi Infeksi Trematoda atas Genus Siput yg Baru Direkam dekat Pantai Laut Andaman, Thailand Selatan.

———

Sumber: Universitas Silpakorn; Foto / Ilustrasi: Apiraksena dkk / Oi Keat Lam.
Penafian: Artikel ini tak merepresentasikan pendirian AsianScientist ataupun stafnya.