Orang lara Asia: penguncian COVID-19 maka ekspansi daur ketidaksetaraan servis kebugaran

Apa yg diperlukan bakal tekun menurut kemahiran keinsafan maka kagak cuma mempresentasikan wajahnya, nunggangi harta yg mengirap anu dekat mana terlupakannya bolongan lotong pajak ini, maka bakal berinvestasi ala kebugaran maka ketenteraman kaum Filipina sederhana sambil nunggangi bahan yg dianalisis sambil eksak?

Ini sudah selaku sejarah gelung iblis, kesesatan yg setara dibuat, maka jalan lepas yg setara dipaksakan ala perkara kebugaran tautologis yg menuntut zat yg besar berlawanan.

Dalam aritmatika maktab sendi, Anda kagak cakap datang ala jalan lepas yg terbalik maka mengharuskan segala populasi bakal mengakui bahwa 2+2=5 sesuai. Namun, begitulah integritas penguasa Filipina. Mereka mengakui bahwa sambil rada sarat populasi, mereka cakap menghimpunkan ilmu hitung maka menyelaraskan kesaksian, bahwa lamun rada sarat populasi melalaikan COVID-19, kita cakap melayani bidang usaha seolah-olah sederhana.

Presiden meremehkan virus itu. Seorang mumpuni kelainan menurun maka pengkritik Satuan Tugas Antar Lembaga bakal Manajemen Penyakit Menular Baru (IATF) sudah mengusulkan “Kami mengandung ini.” Sekretaris kebugaran kagak merekomendasikan halangan berjalan makin dahulu sebab cakap menerbitkan perasaan patah hati.

Ketika epidemi kesudahannya menggempur, daur kekhawatiran dimulai. Spotlighting jalan lepas orang bakal perkara kebugaran bangsa dimulai. Orang bapet maka kagak berikhtiar disalahkan, merupakan “pasaway.”

Penggunaan “ilmu” yg jelas demi sendi bakal kearifan yg rompangramping mentransfer pengindahan mulai penghampiran sekujur bangsa yg diperlukan bakal menanggulangi epidemi: pengetesan massal, pemeriksaan persentuhan yg penuh, kenaikan simpanan vaksin, maka peluncurannya yg kemanusiaan. Apakah memerihkan bakal mencobanya ketimbang mengabaikannya, seolah-olah dengan jalan apa mereka segera menyarungkan kata-kata dekat lubang perdua kritisi bahwa “publik” bermanfaat “segala?”

Lihatlah Gubernur Cebu, dengan jalan apa beliau menolak memasang kedok maka menyangkakan segala populasi hanya dirinya solo untuk lonjakan peristiwa dekat wilayah ini. Dia terbalik menuntut bahwa Tu-ob, sebutan Cebuano bakal menyedot kukus minuman payau yg memuat konsumen ala efek cedera memperapikan sungguh-sungguh, yaitu penawar bakal COVID-19, maka menjadikannya demi kearifan formal wilayah. Dia mempermalukan seorang tabib global sebab “cuma seorang tabib global” dekat terbalik iso- pengumuman serta merta FB-nya. Setelah ajal rumpun laki-lakinya, beliau menggugat perdua johan epidemi ini.

Lalu tertentang aliran parak, maka sandiwara penggeli sonder penggeli yg setara. Hanya terus-menerus, populasi betulan hilang jiwa, maka makin sarat sedang setiap musim. Kematian selaku beruntun memukul makin mepet ke pejabat saya.

Kebenaran yaitu kesaksian getir bakal dinavigasi. COVID-19 kagak hendak mengirap cuma sambil retorika cuma, ilmu nilai-nilai, maka tuturan tiruan. Penolakan bakal membangkang kesaksian memuat kita segala jeluk petaka. Namun petaka ini makin terasa ala mereka yg kagak berikhtiar, mereka yg realitasnya besar berlawanan mulai mereka yg melungguh sambil reda dekat kamar kecil kenap. Masalahnya berasal mulai “kerutinan” yg diciptakan sama manipulasi maka kapitalisme. Ketika tertentang kekecewaan bakal berinvestasi jeluk pengangkutan global, tertentang kekecewaan bakal mencacak hak-hak kelompok wilayah sederhana. Skyways dibuat bakal pembayar cukai sambil oto, tatkala mereka yg berdiam dekat bawahnya dibuat megrek-megrek, menyedot berasimilasi iso- setara parak mengepas menyelam gaji, efek sungguh-sungguh belah aktivitas dekat peringkat COVID-19.

Namun, tempo penguncian dilonggarkan, kolom ke pengangkutan global semuanya sedang selaku gempar. Pekerja mudik ke antrian berjarak bakal memanjat pengangkutan yg kini semakin dirusak sama rel jangka bodi. Lalu bolak-balik yg sendat maka sepur yg penuh pekak mudik, anasir efek yg membolehkan SARS-CoV-2 bakal menanjak. Tidak tertentang yg tekun bertukar.

Solusinya? Kuncian parak. Yang mencangkung meratapi kemudaratan jeluk bidang usaha mereka, pangkat sedang melajukan berkas pinggang, maka yg bapet bergelut bakal regular nasib. Penguncian rupa-rupanya mengedor pemeroleh gaji koran, tapi perniagaan tercongeh hendak mengadakan peristiwa yg setara. Perbedaannya terwalak ala pembantaian hantam kromo tentang populasi rani maka populasi bapet COVID-19. Lockdown, terbatas serupa itu.

Vaksin seboleh-bolehnya selaku mainan penghujung, desain muncul saya, datang versi Delta mengubahnya. Vaksin pula disebut-sebut demi aswasada yg sudah kita tunggu-tunggu. Tetapi bahan epidemiologis membuktikan kelurusan hati yg kepam: bahwa kekuatan rombongan, sebuah jurusan yg sudah dipatok ala 70% orang yg divaksinasi jeluk satu warga, rupa-rupanya kagak sedang rupa-rupanya. Dengan 6-9 populasi terkontaminasi sama 1 populasi sambil Delta, SARS-CoV-2 kagak sedang terikat ala perkara superspreader bakal mengambil ancang-ancang endemi komplet. Re, maupun penghormatan reproduksi efektifnya, regular jangkung walaki sudah divaksinasi. Dengan vaksinasi, penyakitnya rupa-rupanya mengirap, tapi virusnya kagak.

Di Filipina, setiap penguncian terasa seolah-olah kagak hengkang kembar sikap, tapi ratusan. Ada kembar takaran struktur, bagian partikelir yg mengangkat cermin jasa kebugaran berbasis asuransi partikelir yg bertumpu ala pejabat lara, maka bagian massa yg dilumpuhkan sama pemubaziran maka birokrasi yg menciptakan ganjaran pembelaan berisi murah bakal secuil komplet populasi Filipina. Pasar pembelaan kebugaran kagak sudah tekun berproses, sambil makin mulai 50% populasi Filipina nunggangi pengeluaran solo bakal servis kebugaran, mengerjakan tanggungan mudik sambil hutang pembelaan kebugaran yg besar komplet, maka orang nunggangi crowdfunding bakal menggenapi gugatan.

Alasan kekecewaan ini besar menjolok sambil miliaran harta massa dihabiskan maupun mengirap selaku kelam, fungsionaris kebugaran tengah kematian subsidi, maka kelompok sederhana kagak memegang gerakan kulak bakal mendayagunakan pembelaan kebugaran. Fiksi bahwa pembelaan kebugaran partikelir selaku esensial makin setia maka makin ekonomis ditegakkan sama kemelaratan berkelaluan mulai unsur kebugaran dalam negeri yg kesukaran kekuatan, terbebani, maka tertantang selaku prasarana dekat perantau tiga pura komplet Manila, Cebu, maka Davao.

Unit-unit kebugaran dalam negeri ini ditugasi sambil sudut pandang pembelaan kebugaran yg menyesatkan esensial: pencegahan kelainan mendasar maka subordinat, sebuah konsepsi yg kaku sambil harmonisasi moneter tenggang ini yg menyokong katalis ala sudut pandang kebugaran yg makin kuratif. Komunitas yaitu wadah menjatuhkan pandemi—apakah kelainan menurun maupun kagak menurun—pantas dimulai maka diakhiri.

Kesehatan enggak cuma berkenaan orang. Tidak sudah cuma seseorang yg menghadapi hantaman dalaman maupun stroke, ini yaitu bangsa yg dihadapkan ala susunan reklame sasaran sput hidangan maka sigaret, kurangnya wadah bakal berolahraga yg reda dekat pusat solusi yg kotor maka bergolak, maka kesukaran obat-obatan yg cakap diakses. bakal kelainan biut.

Ini enggak cuma berkenaan seseorang yg merongkok dekat ICU COVID-19. Ini yaitu bangsa yg selaku santapan jeepney maka bus yg penuh pekak sebab mereka mengikis berjam-jam terjerumus jeluk bolak-balik yg tidak tertentang habisnya, tekun bernapas dekat gala iso- setara parak; harmonisasi wadah operasi yg rompangramping sambil weker operasi yg berjarak, tingkap yg rompangramping, maka honorarium yg subtil; akan industri asuransi yg kagak mendapat ihwal yg telah tertentang sebelumnya; bakal pemeriksaan persentuhan yg rompangramping bakal peristiwa yg dikonfirmasi maka dicurigai; kurangnya ulangan Swab RT PCR yg tercapai maka tercapai; maka peluncuran vaksin yg besar laun maka kagak merebak.

Perang Rodrigo Duterte menggulung COVID-19 yaitu pertempuran tentang kaum Filipina

Munculnya warta berkenaan hantaman anti-komunis dekat kota-kota maka kawasan pedesaan, penjeratan motor maka anak buah konsorsium praktisi, maka kesibukan angkatan bersenjata walaki penghentian senjata sudah diumumkan.


Realitas ini seolah terpecah mulai alat penglihat Satgas Antar Lembaga. “Kita selamanya pandai memalang badan sedang,” ujar seorang administratur, seolah itu tunggal jalan lepas yg pandai ditawarkan bakal kelainan ini. “Tangkap yg kagak divaksinasi,” ujar kepala negara, seolah itu yaitu tunggal tanggapan bakal perbahasan COVID-19, seolah-olah desain muncul sambil Delta dekat belakangnya cuma terikat ala cocok.

Kesehatan bangsa terikat ala kearifan maka mereka yg membuatnya. Hal ini jua terkait ala impresi bangsa yg terbiasa sambil pemubaziran yg setara yg sudah selaku individualitas akal budi. “Jika Tuhan hendak menangkap kita hingga jadilah itu,” ujar seorang perempuan sampai umur jeluk perlawanan kerasnya bakal menjumpai vaksin COVID-19. “Saya terlampau khawatir, galangan,” ujar yg parak, membuktikan kegelisahan yg ditimbulkan sama obat-obatan jeluk kesadaran mereka: pigura pendarahan yg spektakuler, vokal bip alat perkakas dialisis, cedera yg kagak sembuh-sembuh, maka ajal mendadak mulai “konco mulai seorang konco” sampai ke jeluk mantik mereka. Ada kurangnya kredo berlandas jeluk prosesnya, maka yaitu kewajiban kita demi tabib bakal memperbaikinya.

Masukkan perubahan sput berbasis pseudo-sains yg disebut-sebut sama politisi seolah-olah ivermectin, topeng sikat sambil gasolin, maka rantai sikat hawa. Tugas saya yg dulunya primitif selaku makin susah seratus tali air lepit.

Jika kita hendak muncul mulai ini, solusinya pantas sampai tersisih ke jeluk dalaman struktur pembelaan kebugaran. Kami membutuhkan alih bentuk yg membongkar pembatas yg hampir-hampir kagak pandai ditembus yg merenggut saluran pembelaan kebugaran ke segala populasi Filipina maka memperindah agama mereka ala struktur.

Kami membutuhkan penghampiran sekujur bangsa yg berpusat ala publik ketimbang orang sambil membagikan kapitalisasi yg makin komplet ala pembelaan kebugaran mendasar dengan jua menambah saluran pembelaan subordinat dekat setiap distrik bakal tekun meminimalkan kelainan tanggap maka ajal buah kelainan yg cakap dicegah. Sistem sanad yg kentara maka ekonomis ke tela tersier jua pantas ditetapkan tiap-tiap distrik bakal kasus-kasus yg mengharapkan pembelaan pandai. Untuk tekun memadati anjuran Universal Healthcare, yg kentara pantas dilakukan: investasi prasarana kebugaran yg makin setia, pemberdayaan fungsionaris kebugaran, maka eliminasi manipulasi dekat bagian kebugaran setia massa maupun partikelir.

Jika kagak tertentang alih bentuk yg berlangsung, kita samar COVID-19 hendak selaku Tuberkulosis parak: kelainan populasi rengsa, bapet, terpinggirkan, besar pulih, maka biut kagak tertangani; sebuah realitas yg dibentuk sama mereka yg menadbirkan, ditolak sama mereka yg kagak terbujuk, maka ditakuti sama mereka yg sensitif. 2+2=5 kita solo.

Jadi, siklusnya sinambung: Filipina jeluk aliran parak, penguncian parak, pertentangan sedang, batas orang-orangnya penat, maka COVID-19 tidak terhindarkan selaku endemik. Infeksi selaku mencecap reaksi orang bukannya bangsa, yg kankernya dimanifestasikan sama penguasa yg terganggu.

Masyarakat immunocompromised. Orang lara Asia.