Menjaga AI yg Lebih Baik Pada Kanker Prostat

AsianScientist (19 Agustus 2021) – Dikenal jangka kala ini selaku ketenteraman gerha yg menyomenyungkurkong selanjutnya medium pabrik yg luar biasa mendapatkan pabrik, kepintaran hasil (AI) saja menyomenyungkurkong menampik puru ajal. Memublikasikan temuan mereka dalam ACS Nano, paruh sarjana dalam Korea pernah membeberkan metode yg memerlukan AI mendapatkan mendiagnosis puru ajal prostat sebagai jitu pada contoh urin belaka batin hati kala 20 menit.

Secara umum, puru ajal prostat merupakan puru ajal kedua yg membelokkan acap didiagnosis, karena 14 uang rokok warga tersentuh dalam Asia. Biasanya, mendapatkan penelitian yg jitu, kadet orang sakit wajar menempuh biopsi invasif yg bukan enak yg acap disertai karena epistaksis selanjutnya sakit.

Sementara ujian urin saja mampu dilakukan, keadaan puru ajal yg berjejak batin hati contoh termaktub mengarah hina, membuatnya bernilai mendapatkan mengenali gerombong akibat dari penelitian yg positif.

Untuk merampingkan hajat hendak biopsi invasif, barisan kolaboratif pada Institut Sains selanjutnya Teknologi Korea (KIST) selanjutnya Asan Medical Center yg dipimpin sama Dr. Lee Kwan Hyi membeberkan prosedur non-invasif yg berkecukupan mendiagnosis puru ajal prostat belaka karena contoh urin.

Teknik ini memerlukan biosensor ultrasensitif yg memerlukan lambang elektrik mendapatkan sebagai serentak menilai kuantitas runut pada catur keadaan puru ajal yg dipilih batin hati urin. Untuk menelaah cermin kelompok pada lambang yg terdeteksi selanjutnya mengkonfirmasi penelitian puru ajal prostat, biosensor menggelantung ala AI.

Luar wajar, biosensor berkekuatan AI bertemu mendiagnosis puru ajal prostat pada 76 contoh urin karena ketelitian sayup 100 uang rokok, mendahului gerbang mendapatkan opsi yg bertambah jitu selanjutnya minim invasif mendapatkan mencium puru ajal prostat— selanjutnya tambahan pula mentak puru ajal lainnya.

“Untuk orang sakit yg membutuhkan pemotongan maupun penjagaan, puru ajal mampu didiagnosis karena ketelitian semampai karena menggunakan urin mendapatkan meminimalkan biopsi selanjutnya penjagaan yg bukan niscaya, yg sebagai sensasional mampu merampingkan beban medis selanjutnya keletihan pekerja medis,” sabda teman pujangga belajar Profesor Jeong In Gab pada Asan Medical. Tengah.

Artikel termaktub mampu ditemukan dalam: Kim et al. (2020) Skrining Presisi Noninvasif Kanker Prostat karena Sensor Multimarker Urin selanjutnya Analisis Kecerdasan Buatan.

———

Sumber: Dewan Riset Nasional Sains & Teknologi; Foto: Shutterstock.
Penafian: Artikel ini bukan membayangkan penilaian AsianScientist maupun stafnya.