Menemukan Kedamaian Di Antara Tanaman (Vertikal))

AsianScientist (22 Juli 2021) – Inilah pengumuman sadik belah pecinta pohon—penghijauan tegak pada bidang asing gedung cakap menyejukkan tensi, patuh pengkaji semenjak Nanyang Technological University, Singapura (NTU). Temuan mereka, diterbitkan pada Lanskap selanjutnya Perencanaan Kota, cakap membimbing jalan penghijauan pada distrik perkotaan.

Gulir ke dek korban maklumat Anda selanjutnya Anda dapat mau menentang sarat pohon. Selama ahad separuh tarikh termuda, langkah-langkah kesegaran yg terik selanjutnya penguncian kemungkinan pernah mengakibatkan psikopati bersawah komprehensif, demi semakin sarat keturunan Adam yg menganggap mangkak selaku ‘keturunan Adam sampai umur pohon’.

Sementara bersawah kemungkinan pernah mendukung sarat keturunan Adam mengalahkan tekanan listrik endemi, efeknya pada asing tingkat sudung injak-injak konsisten belum diselidiki. Dalam kerangka pura, kalangan remaja bagaikan padang pura selanjutnya penghijauan tegak acap ditanam menurut guna keberlanjutannya. Bagaimanapun, kalangan bagaikan itu mendukung menyetel hawa pada sentral meningkatnya bahang selanjutnya menyenggangkan kalangan belah variabilitas hayati dalam negeri menurut mekar.

Untuk menyelidiki guna kalangan remaja—terpenting pohon remaja tegak yg ditemukan pada asing kantor—ala kesegaran psikis, pengkaji NTU memanfaatkan realitas maya (VR) menurut menyelia apakah sekar botani cakap mengungsikan perseorangan yg bercokol pada pura semenjak tensi.

Menggunakan headset VR, 111 pengikut diminta melintas pada marga maya selagi lima menit. Peserta sebagai sebarang ditugaskan ke cela ahad marga yg menyuguhkan defile pohon remaja maupun yg doang menyimpan gedung demi penghalang remaja selaku alternatif pohon remaja.

Untuk melaksanakan pengetahuan bertambah ribut, keriuhan mencoang-coang yg sempit dimainkan musim getah perca pengikut melintas melangkaui marga maya. Sebagai penunjuk tensi, perbedaan degub dalaman dipantau memanfaatkan perabot elektrokardiogram portabel (EKG). Setelah jalan-jalan maya, pengikut memenuhi daftar pertanyaan yg memperhitungkan sentimen jelas selanjutnya minus mereka juga pangkat keresahan mereka.

Menariknya, pemeriksaan ini menjumpai bahwa mereka yg menentang gedung berwarna remaja menyimpan pangkat tensi yg bertambah jangkung selanjutnya dilaporkan merasa sempit jelas musim melintas pada marga. Sementara itu, mereka yg menentang gedung demi penghijauan tegak kagak menderita alterasi pangkat tensi selanjutnya merasa sekerat boyas adil setelahnya.

“Sementara pemeriksaan sebelumnya menentang impak semenjak vegetasi remaja, bukti bahwa corak remaja doang dapat sebagai karakteristik optis arkais, mengejawantahkan impak jelas, kagak dipertimbangkan,” tegas handai penyair Sarah Chan, kadet PhD pada NTU . “Berkat teknologi yg menonjol bagaikan VR, ana mengalahkan keterbatasan ini selanjutnya cakap memanfaatkan konteks pengaturan, menyamakan pohon remaja tegak demi corak remaja bernas pemeriksaan ana.”

Sebagai cela ahad menuntut ilmu prima yg merunut partisipasi penghijauan tegak akan kesegaran psikis, Chan selanjutnya handai penulisnya menuturkan bahwa temuan mereka menghadiahkan nafsu gandaan belah perencana pura menurut merancang pura yg bertambah remaja yg mengoptimalkan kesegaran psikis.

Ke ambang, rombongan berencana menurut sekaligus berulang memanfaatkan VR menurut merunut pengaruh serebral target wajar bernas komposisi—misalnya, mengecek impak papan demi semen.

“Pekerjaan ana cakap membimbing jalan mengarah pura remaja, demi menghadiahkan burhan betapa penghijauan tegak cakap sebagai wahana yg merdesa menurut menyatukan bidang ke bernas jagat arahan ana selanjutnya menaikkan kesegaran psikis,” buhul Associate Professor Qiu Lin, pengkaji transenden pada NTU.

Artikel tercatat cakap ditemukan pada: Chan et al. (2021) Penyangga Penghijauan Vertikal Melawan Stres: Bukti Dari Tanggapan Psikofisiologis bernas Realitas Virtual.

———

Sumber: Universitas Teknologi Nanyang; Foto: MC Mediastudio/Shutterstock.
Penafian: Artikel ini kagak memantulkan wawasan AsianScientist maupun stafnya.