Ketahanan beserta pelarian remaja M’ranao dekat periode pagebluk

Bersama memakai teman peneroka berawal Mindanao State University-Iligan Institute of Technology (Iligan City, Filipina), aku mengasaskan riset atas Februari 2020 bab posisi beserta kebugaran serebral perjaka yg dievakuasi berawal Marawi semasa blokade 2017. Saat itu, taun COVID-19 dekat China telah dilaporkan akan tetapi belum datang ke Filipina. Jadi, pokok prelude aku yaitu menurut menggariskan posisi mereka selaku pelarian yg sudah berkecukupan dekat pusat-pusat pengungsian semasa sayup tiga warsa. Namun seperjalanan pertambahan riset aku, pagebluk COVID-19 pula melutu Filipina, terkandung ranah Mindanao. Pembatasan pergerakan diberlakukan, terkandung dekat daerah-daerah dekat mana pusat-pusat pengungsian berkecukupan.

Bagi tumpat kapita, pemisahan pergerakan mengaduhkan kesibukan jamak kita. Bisnis ditutup, momen gawai punah, simposium dibatalkan, beserta gawai padang riset sebagai online. Dengan sekian menciptakan “jamak terakhir” penggal tumpat kapita. Tetapi lir segala sesuatu jamak terakhir penggal perdua pelarian yg telah kagak beroleh mengembut bertahun-tahun sebelum pagebluk? Bagaimana perdua pelarian termakan sama “guncangan” yg disebabkan sama pagebluk? Kami menginterviu 13 perjaka M’ranaos (galat wahid berawal 13 kabilah Moro memang yg diislamkan) yg momen ini duduk dekat kunci pengungsian dekat Saguiran, Lanao del Norte. Di sini aku mengalokasikan tiga temuan superior aku.

Pertama, rancangan “new jamak” yg menjengul dekat periode pagebluk sudah barang tentu tidak kejadian terakhir penggal perdua pelarian. Misalnya, istiadat pergerakan—lir memandang patut otorisasi menurut melanglang beserta eksistensi gardu inspeksi kesejahteraan tentara—telah sebagai cuilan berawal kesibukan perdua pelarian lebih-lebih atas warsa 2017 dekat kulminasi blokade. Ketika istiadat ini diterapkan dekat segenap janabijana selaku cuilan berawal jamak terakhir yg disebabkan sama pagebluk, itu tidak kejadian terakhir penggal perdua pelarian M’ranao. Bahkan sebelum pagebluk, mereka telah kagak mengembut beserta membonceng jalan sulit yg terhidang penggal mereka. Sebagai misal, berbilang perjaka M’ranao yg aku wawancarai meriwayatkan betapa mereka mencari jalan menopang kapita lanjut umur mereka batin melangsungkan sasaran regional lir palapa. Seperti yg dikatakan galat wahid anggota:

Ibu beta yaitu seorang instruktur, akan tetapi beliau stop gara-gara beliau kagak juga menadah gajinya, tepat beliau mengasaskan sebuah depot lumayan dekat haluan gedung aku menurut memikul pengeluaran aku sehari-hari. Hari ini, aku menggantungkan keturunan awewe beta yg sebagai volunter dekat Balai Kota menurut menjaga suku aku.

Ketika pemisahan aksi ini diberlakukan, semata wayang kejadian terakhir bab mereka yaitu aplikasi perlu topeng mimik. Bahkan sebelum blokade atas warsa 2017, mereka sudah membabarkan sablon budi menurut berteguh hati ribut, gara-gara perseteruan berumur sezaman dekat Mindanao. Mereka pula meneropong muslihat berteguh hati ribut berawal lakon kapita lanjut umur beserta kakek-nenek mereka yg terjamin berawal perseteruan bersenjata batin ribut mereka. Ketahanan antargenerasi ini menciptakan akal budi berteguh hati ribut dekat tengah M’ranao yg diturunkan berawal keturunan ke keturunan.

Nilai pelibatan perjaka pasca-konflik

Bagaimana etnik remaja berkontribusi menurut memegang ketidakadilan beserta menjulurkan tarikh rekonsiliasi?


Di ranah Mindanao yg berbincang Visayan, nama “naanad” menyatakan keahlian “terbiasa” memakai guncangan beserta sama gara-gara itu, membabarkan keahlian menurut beradaptasi dengannya. Apakah naanad berisi M’ranaos kagak juga ketaton? Apakah itu berisi kenyang memakai guncangan yg dihadapi mereka, beserta orang-orang dekat periode lanjut umur mereka? Untuk meningkah perbahasan dekat pada, titik kedua yg aku hasilkan berawal riset aku yaitu rancangan opini resiliensi.

Bagi M’ranaos remaja, pagebluk beserta kesibukan dekat kunci pengungsian yaitu guncangan dobel. Selain itu, mereka menandu guncangan antargenerasi berawal perdua pasak negeri mereka yg berbagi pikiran bab perseteruan kekejaman. Dihadapkan memakai gejolak dobel beserta antargenerasi kagak berisi bahwa perjaka Moro kagak juga ketaton setiap serokan mereka menempuh gejolak terakhir. Sebaliknya, terbiasa memakai guncangan berisi mereka sudah membabarkan proses menurut beradaptasi selaku inovatif. Seperti yg dikatakan galat wahid anggota, “semakin kita mengalaminya, semakin tumpat kita meneropong realitas kesibukan.”

Penggandaan guncangan pula sudah mengkristalkan spiritualitas M’ranao remaja. Seorang anggota mengirimkan betapa imannya mempengaruhi dirinya:

Anda belaka niscaya memenungkan betapa memulainya juga…(beserta) belaka membenarkan akan Allah (SWT) lebih-lebih sekiranya ketentuan kita lagi diuji. Ketahuilah bahwa diam balasan yg luas bertambah berawal segala sesuatu yg kita pikirkan. Kami senantiasa berputar bahwa kagak diam kasus yg kagak terpecahkan. Kita patut bertenaga bertemu kasus kita, Insya Allah! Kami bakal mengatasinya.

Jika narasi bab keterkejutan ditransfer ke keturunan yg bertambah remaja, semacam itu pula penceritaan kekebalan yg diturunkan sama kapita lanjut umur mereka. Kekuatan narasi menurut berkontribusi atas opini kekebalan sudah dieksplorasi batin meriset keilmuan lir Fraile-Marcos beserta Noguerol (2019) beserta Cohen, Meek, beserta Lieberman (2010). Belajar berawal kisah-kisah ketabahan berawal perdua pasak negeri mereka berkontribusi atas penjadian opini ketabahan M’ranaos remaja. Dalam kejadian ini, nostalgia bersama-sama sebagai persil produktif penggal keturunan remaja menurut memupuk ketahanannya sorangan. Suku M’ranaos, lir halnya kabilah Moro lainnya, mengantongi kultur lidah yg bertenaga. Mengenang beserta berbagi narasi pergelutan, dedikasi, beserta keunggulan mereka yaitu kejadian yg umum terpenting momen arisan. Sesepuh berbagi narasi mereka beserta melunasi mereka memakai narasi yg mereka pelajari berawal cikal bakal mereka. Cerita diakumulasikan beserta diteruskan selaku trayek keturunan. Faktanya, riset terbaru berawal galat wahid cerpenis mendeteksi bahwa memakai cerita-cerita ini — lidah, kreatif, beserta tercatat — pergelutan kapita Moro menurut menggariskan bintang sorangan dipertahankan.

Poin ketiga yaitu kesiapan bentuk pembantu selaku pembudidaya kekebalan. Untuk M’ranao remaja, suku beserta komune kabilah mereka yaitu galat wahid bentuk pembantu mereka. Seperti yg dikatakan galat wahid anggota:

Terkadang om beserta mak muda beta mengirimi aku doku beserta itu besar menopang. Juga, umi beta melangsungkan jalan arteri menurut pengeluaran kita sehari-hari. Saya stop berguru beserta beta kemusnahan hajat, akan tetapi beta sedang membenarkan bahwa selangkan kita bertemu kasus yg khusyuk, silakan kita lanjutkan idaman kita beserta tan- bercerai hasrat. Apa yg terlaksana dekat Marawi itu runyam…akan tetapi (aku) sudah berguru tumpat.

M’ranaos mengarah atas suku; dianggap kagak bermoral penggal M’ranaos (beserta pula Moro selaku kesemestaan) menurut kagak menopang tolan wahid kabilah terpenting atas saat-saat runyam. Bahkan sebelum pagebluk, bentuk gendongan suku lir itu sudah diuji sama gejolak sebelumnya, terkandung blokade warsa 2017. M’ranaos remaja pula mengindra gendongan berawal rekan-rekan beserta teman-teman mereka dekat pusat-pusat pengungsian. Dukungan berawal penguasa beserta institut non-pemerintah pula menopang. Hal ini terpenting terlaksana semasa periode perlintasan masa perdua pelarian dipindahkan berawal gedung mereka ke pusat-pusat pengungsian memakai barang-barang diri yg senteng. Seperti yg diingat sama galat wahid anggota:

Kami dibawa ke Saguiran melangkaui alat angkutan luas. Pada musim aku membelakangi Marawi, aku belaka menandu berbilang bagasi diri gara-gara aku budi kontak senjata belaka bakal berlanjur berbilang musim, lir dekat periode kemudian. Kami kagak sudah berputar aku bakal duduk dekat pusat-pusat pengungsian waktu ini semasa catur warsa. Kami menadah barang-barang kontribusi beserta kontribusi moneter berawal penguasa beserta institut non-pemerintah.

Dalam seni sastra keilmuan, resiliensi dikonseptualisasikan selaku keahlian menurut sebagai bertenaga beserta adaptif tentang goncangan. Tetapi pokok menurut dicatat bahwa kekebalan pula beroleh terkuras. Hingga momen ini, perdua pelarian sedang menanti pemberitahuan penguasa menurut mengakuri mereka mudik ke gedung mereka dekat Kota Marawi temporer pesanan rehabilitasi lagi berlanjur. Sementara pemberitahuan lir itu tertunda, arwah mereka bakal malar berkecukupan dekat pusat-pusat pengungsian. Meskipun diam baiknya memperingati kekebalan kapita, pokok pula menurut menyoroti kecondongan opini kekebalan yg berkurang. Ketika penipisan kekebalan terlaksana, betapa agensi beserta desain merespons? Dengan sekian, ini melahirkan jemputan menurut meriset beserta pereka cipta kearifan dekat periode haluan menurut meninjau penipisan dekat keterampilan pengusutan dekat periode haluan.