Keluarga Samsung Lee menghadang cukai aset yg prospek menjelang $ 10 miliar

SEOUL – Ketika Chairman Samsung Electronics Lee Kun-hee tutup mata buana ala Oktober dalam umur 78 tarikh selepas rentang waktu dirawat dalam gerha gering, aset yg ditinggalkannya bukan berlebihan selaku afeksi induk beras pula anak-anaknya yg berkabung berkat mereka sebagai terkangkang berkabung bagi kehilangannya.

Mengenakan busana berdukacita, kaki tim bidang usaha terkaya Korea Selatan yg tercecer menegur paruh pendukung yg membagi pemujaan terhadap lelaki yg berjasa mengganti Samsung – yg dulu dikenal menggunakan jentera gerha injak-injak berlebih-lebih – selaku generator daya teknologi kasar.

Enam candra selepas pengebumian Lee, efek keuangan bermula kematiannya kini masih diteliti menggunakan bertambah open. Janda Hong Ra-hee pula ketiga anaknya – terkandung Wakil Ketua Samsung Lee Jae-yong yg dipenjara – mau menunaikan cukai aset terbesar yg suah bertempat dalam tanah air itu, kuantitas yg berpotensi mengungguli $ 10 miliar.

Menjelang batas waktu kala musim Jumat menjelang menyempurnakan desakan, afeksi difokuskan ala macam mana aset melangsir bidang usaha yg terlalai mau didistribusikan dalam jarak kaki tim. Hasilnya mau menandu sangkutan yg bukan alang kepalang ensiklopedis akan apakah mereka mampu permanen mengendalikan Samsung Group, yg menyesatkan merajuk pula solid bermula Korea Selatan chaebol, ataupun agregat yg dikelola tim. Bisnis ini didirikan bertambah bermula delapan dasawarsa arkian sama Lee Byung-chull, ayahanda bermula Lee Kun-hee.

Pungutan menjelang menerima kepemilikan andil Lee Kun-hee terus dikonfirmasi sejumlah 11 triliun won ($ 9,87 miliar) ala candra Desember, bersandarkan taraf penyudahan hitung panjang portofolio sewaktu duet candra sebelum pula selepas kematiannya.

Tetapi ia lagi membelakangi real estat spektrum ensiklopedis, terkandung duet gerha dalam kunci praja Seoul sendiri-sendiri senilai 40,8 miliar won pula 34,2 miliar won. Setengah bermula bustan intermezo Everland seluas 14.878 meter bujur sangkar dalam daksina praja itu diperkirakan berharga 2 triliun won.

Lebih bermula 13.000 buatan kompetensi – dijuluki “perbendaharaan Lee Kun-hee” sama perangkat Korea Selatan – lagi dikenakan cukai aset, pula jumlah gabungannya diperkirakan bertambah bermula 2,5 triliun won.

Karya kompetensi yg dimiliki Lee sebagai persona terkandung “Water Lilies” buatan Claude Monet pula “Portrait of Dora Maar” buatan Pablo Picasso. Mereka terbelah bermula kepemilikan dalam Leeum, Samsung Museum of Art pula Ho-Am Art Museum, keduanya dijalankan sama Samsung Foundation of Culture.

Media tempatan mengerti bahwa tim tertera mampu mengamalkan para buatan kompetensi persona Lee ke Museum Nasional Seni Modern pula Kontemporer, Korea, pula Museum Nasional Korea. Keluarga bukan mesti menunaikan cukai bagi buatan derma segala apa pula.

Mengenakan busana berdukacita bersih, bujang Hong Ra-hee, kidal, dibantu sama putranya Lee Jae-yong dalam Samsung Medical Center dalam Seoul ala 28 Oktober 2020. © Yonhap / EPA / Jiji

Berdasarkan sertifikat kaidah, Hong selaku bujang Lee mau menadah sepertiga bermula jumlah aset, tengah ketiga anaknya sendiri-sendiri membaca duet setiap sembilan. Anak-anak ini terkandung puti Lee Boo-jin, CEO Hotel Shilla melimpah ruah klik, pula Lee Seo-hyun, yg memelopori Samsung Welfare Foundation.

Tetapi analis menerangkan tim boleh jadi sudah setujuan bahwa Lee Jae-yong, yg selangkan gelarnya dipandang selaku tendas de facto Samsung Electronics, mau menadah disiplin terbesar. Perjanjian sejenis itu mau mengecualikan perbandingan pengedaran halal pula dianggap urgen lombong menggariskan lagam kontinu bagi pihak berkuasa Samsung.

Keluarga diharapkan memublikasikan pengedaran aset pula pembalasan cukai sebelum Jumat.

Keluarga Koo, yg mengendalikan agregat yg bertumpu ala LG Electronics, membikin dekrit seolah-olah itu saat Ketua Koo Bon-moo tutup mata ala tarikh 2018. Putranya, Koo Kwang-mo, menerima bertambah bermula 70% andil ayahnya, sehingga menguatkan kendalinya.

Samsung belum mencabut komunike formal perkara problem aset. “Keluarga itu mau menyambung sebagai natural lombong memukul pengedaran aset pula pembalasan cukai,” terma seorang manajer Samsung, yg bukan sanggup disebutkan namanya, terhadap Nikkei Asia.

Lee Kun-hee sudah rentang waktu mengendarai Samsung mengarungi selaput kelompok yg disebut kepemilikan andil melingkar. Dia menyandang 4,18% andil dalam Samsung Electronics – saripati klik – dengan 20,76% bermula Samsung Life Insurance pula 2,88% bermula Samsung C&T, konstituen desain pula industri biang de facto.

Meskipun Korea Selatan menyandang perserikatan chaebol, Samsung terjaga dalam derajat menggunakan sendirinya. Ini sudah rentang waktu dikenal selaku “Republik Samsung”, sebuah moniker yg mengunjukkan kekebalan pula impresi yg bertambah analog menggunakan sebuah tanah air ketimbang klik bidang usaha.

Pendapatan jumlah Samsung Group – 59 industri menginjak bermula elektronik pula desain batas penyusunan pesawat, biofarmasi pula asuransi – sudah diperkirakan menjelang seputar 20% bermula komoditas regional bruto Korea Selatan sewaktu bertahun-tahun.

Di dek voltase bermula Komisi Perdagangan Adil Korea, Samsung lombong para tarikh ragil sudah membiarkan lebat kepemilikan palang, selangkan komposisi kepemilikannya permanen kusut.

Masalah eminen sekitar aset ialah macam mana Lee Jae-yong, seorang hartawan menggunakan haknya solo, mau mencabut doku kas menjelang menunaikan cukai coba ia menadah disiplin terbesar. Dia sanggup menggeramus kala lima tarikh menjelang melakukannya, walakin tinggal wajib menunaikan seputar 1 triliun won ala musim Jumat coba ia menerima sebelah aset.

Menjual sekerat andil Samsung miliknya bukan dipandang selaku preferensi yg realistis ransum Lee Jae-yong berkat keadaan itu mampu mengerik kendalinya. Para analis menerangkan deputi koordinator boleh jadi wajib menyanggam doku bermula bank.

Taman intermezo Everland dalam daksina Seoul terkandung dalam jarak kepemilikan real estat Lee Kun-hee yg dikenakan cukai aset. © Getty Images

Choi Nam-kon, seorang analis dalam Yuanta Securities, menerangkan lombong sebuah pesan bahwa rumahnya bekerja “ialah boleh jadi menjelang menunaikan cukai aset menggunakan [securities-backed] utang, menggunakan mematut-matut ras kujarat utang selama ini pula tajuk pembalasan dividen. “

Investor pekerja mengesah perkara kejelasan dalam Samsung pula membawa modifikasi. Hedge fund AS Elliott berpikiran bahwa peleburan jarak Samsung C&T pula Cheil Industries ala 2015 dirancang menjelang menopang Lee yg bertambah orang muda menguatkan cengkeramannya ala sekujur klik menggunakan mudarat keperluan pemegang andil C&T.

“Secara terbatas, peleburan tertera disusun sedemikian roman muka sehingga andil Samsung C&T mau undervalued pula andil Cheil mau dinilai berlebihan jangkung, menguatkan JY Lee, pemegang andil berarti dalam Cheil, menjelang mengakuisisi Samsung C&T menggunakan taraf berlebih-lebih, pula menggunakan seperti itu ala gilirannya meraih lagam bagi andil Samsung C & T. dalam Samsung Electronics, ‘mestika tahta’ bermula Samsung Group, “terma Elliott lombong komunike desakan yg diajukan ke Pengadilan Arbitrase Permanen dalam Den Haag ala tarikh 2018, merujuk ala Lee Jae-yong.

Kasus, yg diajukan Elliott akan penguasa Korea Selatan, tinggal mengharap dekrit.

Tetapi makin coba Samsung pula pengacaranya menyurutkan bahara cukai pula membaca utang menjelang membayarnya, operasi tertera mau berhantu ransum Lee yg dipenjara. Pria berumur 52 tarikh itu sudah melalukan vonis duet sebelah tarikh per Januari bagi pengaduan penyuapan pula manipulasi. Dia pula ke terungku mula candra ini selepas melalukan bedel tali perut pepet dalam Samsung Medical Center.

Waktu pemecatan itu rawan berkat paruh sep industri pula politisi keras kepala mengompas Presiden Moon Jae-in menjelang memaafkan Lee per perniagaan Korea Selatan. Para sep industri membikin rayuan yg tentu candra ini terhadap Menteri Keuangan Hong Nam-ki, yg bermuafakat mau menyampaikannya ke departemen penguasa tergantung.

Kelonggaran seolah-olah itu wajar berlaku dalam Korea Selatan. Amnesti kepala negara ransum mualim pabrik pula makin bekas kepala negara yg dihukum ialah kultur. Para magistrat lagi kerap mengunjukkan penundaan waktu, melakukan master chaebol yg dihukum menjauhi terungku mengarungi penundaan vonis, seolah-olah yg diberikan terhadap Lee Kun-hee, menggunakan menggarisbawahi pentingnya mereka ransum perniagaan tanah air yg berkiblat ekspor. Korea Selatan menghuni rangking perniagaan terbesar ke-12 dalam buana ala tarikh 2019.

Namun lombong para tarikh ragil, perbicaraan sudah mengikis penghampiran yg bertambah kritis menggunakan membikin tendas chaebol seolah-olah Ketua SK Chey Tae-won membersihkan kala dalam mudik ruji-ruji logam saat benar bersalah. Chey diampuni ala tarikh 2015 sama Presiden Park Geun-hye, dirinya kini melalukan vonis terungku 22 tarikh berkat manipulasi selama menjabat.