Buku pelatihan Olimpiade Tokyo menetakkan resultan potong pelanggar pranata COVID

TOKYO — Penyelenggara Olimpiade ala Selasa menje-laskan resultan potong olahragawan yg mengenai pranata COVID-19 pada Olimpiade Tokyo kelak, berangkat sejak diskualifikasi sempadan denda moneter.

“Kami menghajatkan Anda mendapatkan dolan bertimbal pranata, tapi asalkan Anda tiada melakukannya, hendak terlihat denda yg mampu Anda peroleh,” Pierre Ducrey, direktris bedel Olimpiade pada Komite Olimpiade Internasional, meluruskan ala majelis pers secuil maya.

Penyelenggara ala yaum yg sebanding membuat macam terbaru sejak “bacaan pelatihan” mereka mendapatkan menongkrongi kedamaian Olimpiade Tokyo. Hidemasa Nakamura, personel pengapalan mendapatkan Tokyo 2020, menjelaskan perdua atasan pasti bahwa mereka keputusannya “merapati kunci” sejak perencanaan tertera tambah rendah sejak 40 yaum sebelum apel prolog.

Menanggapi kegemparan masyarakat pada Jepang, pada mana telaah konsep menyatakan sebagian besar mengecam mendatangkan festival candra pendahuluan, pranata terakhir menjelaskan olahragawan bersama peziarah yg membelakangi krida pencegahan COVID-19 kuasa kemusnahan pengesahan, didiskualifikasi, ataupun mengimpaskan ganti rugi.

Buku tatanan mendapatkan olahragawan saat ini menggariskan oponen mendapatkan mendinamiskan tanggung jawab GPS pada ponsel mereka zaman mendatangi Jepang. Dikatakan: “Jika jangkitan ditemukan, ataupun mendapatkan penggeledahan/penggeledahan praktik, tanggung jawab GPS ponsel cerdik Anda (Android/iOS) hendak digunakan mendapatkan mengemasi penjelasan letak Anda, mendapatkan menjunjung teknik penggeledahan komunikasi.”

Direktur Operasi Olimpiade IOC Pierre Ducrey bersama atasan lainnya membaca terbitan terbaru bacaan pelatihan mereka ala 15 Juni. © Reuters

Selain itu, perdua peziarah saat ini diberi grup berasas koneksi mereka tambah Desa Olimpiade pada Tokyo, yg menetapkan seberapa acap mereka hendak diuji mendapatkan COVID-19. Atlet bersama pekerja yg duduk pada babakan, misalnya, hendak berharta pada lapisan terbaik yg membutuhkan eksamen surat kabar. Jurnalis bersama patron yg patut sesekali melancarkan komunikasi tambah olahragawan hendak diuji setiap catur yaum.

Penyelenggara jua sudah menginformasikan rangkap tubuh marga mendapatkan meneliti pengoperasian kelainan menurun bersama buatan eksamen. Keduanya hendak mengeluh ke komisi Tokyo 2020 bersama penguasa Jepang.

Jadwal pengetesan jua diumumkan. Atlet hendak kuasa mengoper percontoh mereka ala tanda waktu 9 dini ataupun 6 burit bersama hendak mendapat hasilnya 12 weker setelah. Jika dinyatakan aktual, mereka hendak menembus eksamen PCR pada poliklinik pada Olympic Village. Mereka hendak mengusut buatan tertera tiga mencapai lima weker setelah.

Brian McCloskey, koordinator panel marga swasembada, menjelaskan terhadap pemberita bahwa peleburan vaksinasi bersama krida tameng lainnya penaka pengetesan yg acap hendak “menolakkan pertanggungan yg berarti bahwa mainan ini hendak menggelinding tambah sentosa bersama selamat.”

Namun, penggarap menyingkir kaum perbahasan akan detailnya. Soal denda ganti rugi, mereka menanggung belum menyimpan penghargaan. Christophe Dubi, direktris manajer Olimpiade IOC, merekomendasikan ganti rugi hanyalah lengah uni perabot jeluk “persegi perabot jeluk kejadian denda.”

Ditanya barang apa yg hendak berlangsung asalkan seorang peraih medalion mengenai pranata, Dubi menjelaskan dirinya tiada hendak “mengambil risiko.”

Persiapan mendapatkan festival sudah menggelinding. Penyelenggara Tokyo sudah mengungsikan 20.000 ukuran vaksin COVID-19 injeksi mendapatkan mereka yg berkujut, tersebut kaum sejak 70.000 volunter yg hendak berasosiasi rapat tambah perdua olahragawan.

Para olahragawan berangkat menemukan injeksi mereka ala terpacul 1 Juni, bersama 95% sejak oponen saat ini diharapkan mendapatkan disuntik lebih-lebih lepas.

Pada yaum Selasa, John Coates, delegasi kepala negara Komite Olimpiade Internasional bersama koordinator panitia penyerasian Tokyo 2020, sampai pada Jepang. Dia membawa dampak huruhara ala candra Mei masa dirinya menjelaskan bahwa festival kuasa “sangat” dilanjutkan apalagi asalkan Tokyo teguh jeluk tanda fana virus corona.