Bagaimana Wolbachia Menghentikan Demam Berdarah dalam Jejaknya

AsianScientist (17 Juni 2021) – Untuk mula-mula kalinya, getah perca intelektual sebagai mengesahkan pernah menampakkan menerobos tes jika terkontrol sebagai serampangan bahwa demi asa menerbitkan nyamuk malaria demi mikroba penarung virus boleh membentengi mereka—dengan khalayak—berawal jangkitan dengue. Temuan mereka dijelaskan berbobot Jurnal Kedokteran New England.

Dianggap sama Organisasi Kesehatan Dunia selaku cela ahad berawal sepuluh risiko superior mengenai kebugaran garis besar, virus dengue yg ditularkan sama nyamuk malaria menginfeksi sekeliling 390 juta sosok setiap tarikh—demi Asia Tenggara selaku kesultanan demi besaran mair terbesar yg dikaitkan demi gerah berbakat.

Jangkauan belantara Dengue boleh dikreditkan ke operatornya, yg selamanya hidup Aedes aegypti nyamuk malaria. Dengan air liur mereka yg tidak tercurahkan mendapatkan keluarga khalayak, benih penyakit yg mencangkung ini berkecambah fertil dalam suasana tropis yg lurus dengan makin suka merambak dalam cairan terhenti yg ditemukan dalam berbobot dengan dalam sekeliling khanah kita. Namun kuasa penyelenggaraan A. aegypti menerobos pembasmi serangga maupun sistem tata alam sejauh ini bukan mangkus dalam semesta bumi.

Dengan sedekah patogen yg betul ijmal disebut Wolbachia, getah perca penyelidik berawal Program Nyamuk Dunia (WMP) menyurihkan pengangkut virus ini selaku senjata mengindahkan virus. Karena virus ibarat gerah berbakat bukan boleh bereproduksi singular, mereka wajib menjalar ke sel-sel pengangkut ibarat A. aegypti mendapatkan merambak dengan menghambur.

Tapi waktu Wolbachia menitipkan klaimnya atas nyamuk malaria, virus dengue dibiarkan demi sejumput perigi kemahiran mendapatkan dibajak perlu kelanjutan hidupnya. Setelah terjalin, patogen bukan berguncang, menghambur demi lekas ke semesta warga nyamuk malaria dengan menerbitkan seluruh serangga setempat langgas gerah berbakat berbobot kaum kamar.

Dipimpin sama Profesor Universitas Gadjah Mada Adi Utarini, WMP’s Yogyakarta chapter dirilis Wolbachia– nyamuk malaria yg terkena ke berbobot fraksi yg dipilih selaku kantor berawal tes jika terkontrol sebagai serampangan — penongkat logam mendapatkan menyigi efektivitas campur tangan.

Untuk tes jika, kerabat kerja memaruh 26 km2 dalam Yogyakarta selaku 24 cluster. Di seperdua berawal kluster ini, kerabat kerja sebagai sorok-sorok mendudukkan peti kemas memuat Wolbachia-Membawa ovulum nyamuk malaria dalam perumahan setiap rangkap minggu engat tujuh kamar. Hebatnya, bukan cuma masalah gerah berbakat turun 77 pembasuh tangan dalam klaster yg dirawat, tapi serupa besaran penderita gerah berbakat yg membutuhkan jaga bermalam sejumlah 86 pembasuh tangan.

Meskipun sistem ini sebelumnya berbuah berbobot bersekolah percontohan yg makin halus dalam Australia, cetak biru dalam Yogyakarta membentuk tes jika perimbangan kapital mula-mula yg mengecek masalah gerah berbakat berbobot fraksi demi dengan sonder Wolbachia-nyamuk yg terkena.

Mirip demi macam mana tes klinis mencoba penyembuhan serentak demi plasebo, menunaikan tes jika terkontrol sebagai serampangan sebagai mengesahkan memperlihatkan kepiawaian patogen mendapatkan menendang gerah berbakat. Selain DBD, Wolbachia sepertinya mau bangat membentengi berawal virus parak yg dibawa sama A. aegypti—terkandung gerah asfar, chikungunya dengan Zika.

“Bersama demi buatan tes jika yg dilaporkan dalam sini, fakta ini menampakkan bahwa waktu— [Wolbachia] didirikan atas kebiasaan jangkung dalam setempat A. aegypti warga, penciutan masalah gerah berbakat menjejaki,” catat getah perca cerpenis. “Pendekatan berawal Wolbachia…menyulih aras ciptaan mutakhir mendapatkan penyelenggaraan gerah berbakat.”

Artikel boleh ditemukan dalam: Utarini et al. (2021) Khasiat Wolbachiapenyiaran nyamuk malaria terkena mendapatkan penyelenggaraan gerah berbakat.

———

Sumber: Program Nyamuk Dunia. Foto: Pexels.
Penafian: Artikel ini bukan merefleksikan prinsip AsianScientist maupun stafnya.